PASTI ADA TUJUANNYA

Sejak kecil saya sudah sering sakit. Saya pernah terserang paru-paru basah pada umur 5 tahun. Dua atau tiga kali terserang malaria ketika duduk di bangku SD. Radang tenggorokan akut. Tiga kali mengalami Typus. Dua kali Disentri Amuba parah. Gangguan jantung,  bronkhitis kronis. Hampir seluruh hari-hari saya, saya lalui dengan penderitaan. Hari-hari sehat saya bisa dihitung dengan jari.


Pada saat saya mengikuti kuliah di seminari, hampir setiap minggu saya batuk dan radang tenggorokan yang sangat menyiksa dan itu saya alami sampai semester akhir. Pada semester paling akhir saya terserang TBC Kelenjar yang membuat kesehatan saya semakin melemah. Dokter menyarankan agar saya ambil cuti kuliah, tetapi saya optimis, selesai semester delapan saya bisa merampungkan skripsi saya. Beberapa bulan menjelang ujian skripsi, terjadi pembengkakan tulang di rahang bawah saya dan itu sangat mempengaruhi otak saya.

Sepanjang saya mengalami berbagai penyakit itu, apalagi ketika saya di seminari, ada teman-teman yang selalu menguatkan saya. Tetapi tidak sedikit yang memperolok saya. Mereka berkata: “Hamba Tuhan kok penyakitan. Bagaimana mau menyaksikan keajaiban Tuhan sementara dirinya sendiri sakit?” “Kamu banyak dosa. Kamu kurang doa. Kamu kena kutuk” dan sebagainya. Kadang saya merasa lemah dan berputus asa menghadapi kelemahan tubuh saya. Tetapi oleh kemurahan dan kekuatan dari Tuhan saya bisa menanggung dan melalui semua itu. Pada saat saya menulis refleksi inipun, saya sedang sakit. Saya tidak bisa berdiri. Saya hanya bisa duduk walaupun itu sangat tersiksa.

Ada banyak hal yang saya pelajari dari semua itu: bahwa pada saat kita lemah, kuasa Tuhan dinyatakan. Pada saat kita mengalami penderitaan, kita kaya akan anugerah Allah. Rasul Paulus dalam pelayanannya selalu dirong-rong oleh berbagai penderitaan, salah satunya adalah ‘duri dalam daging’ yang banyak dinyatakan sebagai kelemahan tubuh atau penyakit yang menjijikkan (Gal 4:14). Puji Tuhan, sampai saat ini pula saya masih bisa melayani Tuhan, meskipun dengan cara yang berbeda. Meskipun hanya dengan tulisan.

Bagi Anda yang mungkin mengalami berbagai penderitaan dan pencobaan dalam mengiring Tuhan Yesus. Jangan menjadi lemah. Dalam setiap penyakit, kelemahan tubuh, penderitaan, hinaan dan penganiayaan yang menimpa kita pada saat kita sungguh-sungguh mengiring Dia, tentu ada maksud yang tersembunyi dari Tuhan. Itu bukan kutuk! Tetapi ada tujuan Allah yang akan mendatangkan kebaikan bagi kita. Dan bila tujuan itu sudah terlaksana, Allah akan mengangkat semua itu. Jangan mundur atau berpaling dari Tuhan. Anda akan menjadi anak Tuhan yang jempolan bila Anda tetap bertahan. Apalagi pada saat Anda mengalami semua itu, Anda bisa menguatkan orang lain yang menderita pula. Anda akan mendapat nila “plus’ dari Allah. Bukankah penderitaan ringan yang kita tanggung di dunia ini tidak ada apa-apanya bila dibanding kemuliaan yang akan kita terima dalam Rumah Bapa kelak? Teruslah maju, teruslah menghasilkan buah dan jangan berhenti mengasihi Tuhan Yesus.**

KONTRADIKSI

Pernahkah Anda mengalami situasi seperti ini:

Di gereja pendeta berdoa "Engkau akan menjadi kepala dan bukan ekor" tapi kenyataannya selama ini engkau hanya ekor dan sampai saat ini engkau tidak pernah jadi kepala

Di gereja pendetamu berkata "Engkau akan terus naik dan tidak pernah turun" kenyataannya engkau tidak pernah naik, bahkan sekarang engkau sedang turun...semakin turun sampai titik terendah dalam hidupmu

Di gereja pengkotbah berkata "Tuhan akan membuka pintu-pintu berkat bahkan pintu-pintu yang tertutup akan dibukakan bagimu" kenyataannya bahkan satu pintu pun sepertinya tidak ada yang terbuka bagimu...semua tertutup dan engkau menemui jalan buntu

Di gereja pendeta berkata "berilah perpuluhan, berilah buah sulung, ayo menabur untuk Tuhan...maka engkau akan menerima berkata berlipat kali ganda.." nyatanya, setelah engkau memberi hidupmu tetap biasa saja, masih bergelut dengan masalah ekonomi, bahkan kadang engkau harus hidup pas-pasan...

Di gereja pendetamu berkata "Tuhan akan berperang bagi kamu, dan engkau akan melakukan perkara-perkara yang besar..." tapi engkau melihat dalam hidupmu nggak ada yang luar biasa, bahkan untuk hal yang biasa saja engkau sulit melakukannya...

Di gereja pengkotbah di mimbar berkata "Mujizat masih ada, Tuhan akan menyembuhkan segala sakitmu.." dan engkau tertawa dalam hati mungkin juga menangis, karena untuk sakitmu yang hanya satu itu, sudah bertahun-tahun tidak terjadi mujizat, tidak ada kesembuhan, bahkan dokter bilang tidak bisa sembuh...

Di gereja pengkotbah berkata "Pekerjaanmu dan usahamu akan dibuat berhasil!" tapi nyatanya kamu sedang gagal dan terus menerus gagal...

Di gereja pendetamu berkata "Tuhan akan mengarahkan pandangan-Nya padamu, Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya..." dan engkau tersenyum pahit, karena yang kau rasakan saat ini, sepertinya Tuhan sedang berpaling darimu....

Lalu bila kenyataan tidak seperti yang dikatakan dan dikotbahkan para pendeta itu, dan engkau merasakan kontradiksi dalam hidupmu, apakah engkau salah?

Saya berkata engkau tidak salah merasa begitu. Engkau tidak perlu menutupi perasaanmu di hadapan Tuhan. Bila kenyataan tidak seperti yang dibicarakan dan diharapkan...Anda tidak perlu menutupi perasaan itu di hadapan Tuhan. Berbicaralah kepada-Nya. Jujurlah akan perasaanmu. Menangislah bila perlu menangis di hadapan-Nya...

Bukan kamu merasa kontradiksi hidupmu dengan apa yang dibicarakan para pendeta itu, bukan kamu yang salah...tapi kebanyakan para pengkotbah dan pemimpin jemaat hanya berbicara untuk memberitakan yang baik-baik saja. Berkata yang ingin didengar oleh jemaat. Memberikan harapan yang kadang "palsu". Sebab Tuhan Yesus sendiri tidak pernah berkata di akhir jaman ini keadaan akan menjadi lebih baik...Justru Dia berkata di akhir jaman ini keadaan akan semakin sulit, semakin jahat...

Lalu apa yang harus dilakukan? Saya berkata: TETAPLAH BERIMAN KEPADA TUHAN. Sekalipun hidupmu terasa berat. Sekalipun sakitmu tak kunjung sembuh. Sekalipun engkau hidup pas-pasan. Sekalipun engkau merasa hidupmu gagal. Sebab Tuhan tidak melihat "keberhasilanmu" di dunia ini... Tuhan melihat apakah engkau bisa "melewati" dunia ini tetap dalam iman kepada-Nya. Tuhan melihat apakah dalam keadaanmu yang "BERAT" itu engkau masih bisa bersyukur, masih bisa memuji Tuhan, dan tidak meninggalkan Tuhan.

Ada lagu lama yang mungkin bisa kau nyanyikan bila hidupmu terasa berat...
Sabar...dalam sukar susahmu...
Sabar...Tuhan ada sertamu
Sabar...sabar... bri kuat padamu...

Tetaplah kuat. Jangan menyerah dengan hidupmu. Jangan putus asa. Jangan bunuh diri.
Tuhan masih ada untukmu...

BELAJAR KEARIFAN DARI JEPANG


Kemenangan petenis muda Jepang, Naomi Osaka, di Amerika Terbuka, di Arthur Ashe Stadium, New York, Ahad pekan silam.

Gadis berusia 20 tahun itu menghentikan mimpi Serena Williams, pemegang 23 kali gelar di turnamen grand slam, yang menjadi idolanya.

Sedikitnya ada dua kemenangan yang diukir gadis penyuka permainan Pokemon itu.

PERTAMA, kemenangan melawan Williams dengan dua set langsung, yakni 6-2 dan 6-4.

Ia menjadi petenis Jepang pertama yang mengukir gelar di turnamen grand slam di nomor tunggal.

Dua tahun lalu Williams pernah memuji petenis Jepang itu bakal 'berbahaya', dan ia betul-betul merasakan 'bahaya' itu.

Kemenangan Osaka menjadi penghiburan besar bagi rakyat Jepang yang tengah berduka dihantam bencana berturut-turut selama sepekan, yakni gempa bermagnitudo 6,7 skala Richter di Hokkaido dan Topan Jebi di bagian barat dan tengah Jepang.

Puluhan orang meninggal, satu juta warga mengungsi.

"Terima kasih sudah memberikan energi dan inspirasi kepada semua warga Jepang,"
puji Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe lewat akun Twitter-nya.

Jepang, bangsa yang punya banyak prestasi di bidang industri, ternyata butuh kebanggaan dan penguat diri dari olahraga.

KEDUA, kemenangan melawan publik Amerika yang tak mau petenis pujaannya kalah.

Terlebih ada drama ketegangan antara Williams dan wasit, Carlos Ramos, yang memimpin pertandingan.

Serena menuding Ramos berbuat culas.

Ia membanting raketnya hingga reyot.

Inilah malapetaka baginya. Wasit pun memberikan poin pada Osaka. 

Adegan itu saja sudah menguras emosi, tentu juga emosi penonton.

Ada lontaran cemooh yang riuh kepada wasit.

Namun, Osaka tetap tenang dan akhirnya menang.

Namun, tak ada ekspresi kelewat riang sang pemenang yang kontras dengan kesedihan sang pecundang.

Selama upacara penyerahan piala, ia kerap menutup wajah dengan topi karena tangisnya yang tak berhenti.

Ia terus menunduk.
Sesekali menatap sejenak ke arah penonton yang riuh.
Ia merasa telah menyakiti penonton dan sang idolanya. 

"Saya minta maaf.

Saya tahu bahwa semua orang bersorak untuk Williams dan saya menyesal bahwa itu harus berakhir seperti ini.

Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih yang telah menonton pertandingan.

Terima kasih,"
ujar Osaka terbata-bata.

Ia juga canggung ketika menerima piala, seolah ia mengatakan piala itu lebih pantas untuk Williams.

Ada banyak penonton yang berderai air mata.

Untunglah Williams yang impulsif di lapangan jadi rendah hati seusai permainan.

Ia terus menguatkan juniornya yang sulit berkata-kata.

Keduanya menangis dan saling menguatkan.

Jadilah upacara penyerahan piala pemandangan penuh sedu sedan.

Dalam konferensi pers, berkali-kali pula Naomi mengucapkan terima kasih kepada Serena, yang dicintainya.


Ketulusan Osaka itulah yang disebut warganet,

 "Dia orang Jepang dan membuat Jepang bangga."

Itulah nilai-nilai Jepang yang gigih dan pandai dalam pengendalian diri.

Padahal, sejak sebelum sekolah dasar Naomi telah pindah ke ‘Negeri Barack Obama’ itu memang untuk belajar tenis.

Namun, nilai-nilai Jepang tetap melekat dan hidup kepada Naomi.

Inilah identitas Jepang.
Inilah kultur Jepang.



Peristiwa lainnya ialah Piala Dunia 2018 di Rusia, medio tahun ini. 


Langkah Jepang memang terhenti di babak 16 besar, tetapi mereka menang di hati penonton.

Setiap timnas Jepang seusai laga, para penonton Jepang  bergerak menjadi tim kebersihan.

Dengan membawa kantong sampah berukuran besar, mereka bergerak serentak memunguti sampah-sampah yang berserak-serak.

Tak segan pula mereka menepuk bahu penonton yang jorok membuang sampah untuk memungutnya kembali.

Mereka menunjukkan kebersihan ialah hal dasar yang melekat pada masyarakat Jepang.

Di negeri itu, kebersihan menjadi satu paket dengan budaya jujur, budaya malu, kerja keras, budaya baca, dan budaya berdisiplin.


Jiwa gotong royong mereka tak lekang oleh waktu.

Mereka bangsa tak pernah lupa pada 'bumi' meski kemajuan teknologi telah 'menerbangkannya ke langit tinggi'.    

Seperti ditulis Francis Fukuyama,

Jepang menjadi salah satu bangsa selain Jerman, yang tingkat kepercayaan antarmasyarakatnya amat tinggi (high trust society).


Padahal, sejak kecil ia telah berpindah ke Amerika untuk belajar tenis, tetapi nilai-nilai pengendalian diri, kesantunan, dan penghargaan pada orang lain tak pudar.

Itulah nilai-nilai Jepang.

Tiongkok pun berterus terang, dalam menggapai kemajuan hari ini, banyak belajar pengendalian diri pada Jepang.

Lalu, ke mana Indonesia yang sejatinya menjadi sumber banyak kearifan dan keunggulan berbasis masyarakat? Sayang, hanya karena perbedaan pilihan politik, kita saling menyerang dengan brutal.

Itulah wajah kita di media sosial.

Demi kepentingan politik, fakta ditertawakan dan kebenaran diinjak-injak.

Yang terpenting menyeranglah terlebih dahulu, secepat-cepatnya, sebanyak-banyaknya, dan senyaring-nyaringnya.

Wajah-wajah para pembuat keonaran itu kerap terbayang-bayang.

Wajah-wajah yang sesungguhnya bukan kita.

sumber: Grup WA

MATI TERHADAP DIRI...

Jika Anda dilupakan, diabaikan atau ditolak, dan Anda tidak membalas, atau merasa terluka, bahkan Anda merasa berbahagia, karena dianggap layak unrtuk menderita karena Kristus…Itulah mati terhadap diri.
Jika kebaikan Anda dijelek-jelekkan, jika keinginan Anda ditentang, nasihat Anda tidak dipedulikan, pendapat Anda diolok, namun Anda menolak untuk menjadi marah, atau mempertahan-kan diri, tetapi menerima itu semua dengan sabar, berdiam diri dengan penuh kasih…Itulah mati terhadap diri
Jika Anda dengan sabar dan kasih menanggung setia ketidak-tertiban, ketidak-teraturan, kekecewaan; jika Anda diperhadapkan dengan kesia-siaan, kebodohan, pemborosan, ketidak-pekaan rohani, dan menanggung itu semua sebagaimana Yesus telah menanggungnya...Itulah mati terhadap diri
Jika Anda puas dengan makanan apa saja, persembahan berapa saja, iklim apa saja, masyarakat mana saja, pakaian apa saja instruksi apapun oleh kehendak Allah...Itulah mati terhadap diri
Jika Anda tidak pernah menonjolkan diri dalam percakapan atau mencatat kata-kata Anda sendiri yang baik atau tergelitik setelah mendapat pujian, jika Anda betul-betul lebih menyukai untuk tidak dikenal....itulah mati terhadap diri!
Jika Anda melihat saudaramu makmur, dan segala kebutuhanya terpenuhi dan dengan tulus dapat bersukacita bersama dia dalam roh dan tidak merasa iri atau bertanya-tanya kepada Tuhan, sementara kebutuhan-kebutuhan Anda sendiri makin meningkat dan bahkan dalam keadaan sangat terjepit… Itulah mati terhadap diri!
Jika Anda dapat menerima koreksi dan teguran dari seseorang yang kedudukannnya lebih rendah dari Anda dan dengan rendah hati dapat menerima baik secara lahir maupun batin, dan tidak ada perlawanan atau rasa kesal timbul dalam hatimu....Itulah mati terhadap diri!
Sudahkah Anda mati terhadap diri ? Pada hari-hari terakhir ini roh akan membawa kita kepada salib “supaya kita dapat mengenal Dia…dan menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya “ (Filipi 3:10).
Bila tujuan hidup kita adalah meneladani Kristus, itu berarti kita harus memikul salib kita, membawanya ke Golgota dan memakukan “diri” kita di sana sampai mati. Itulah mati terhadap diri, dan itulah menjadi serupa dengan kematian-Nya. Sebab tanpa itu, maka kita tidak akan memperoleh kemuliaan dalam kebangkitan-Nya. Kiranya Roh Kudus menolong kita semua. Amin. - Kak Yudi

BERIBADAH DALAM KEEGOISAN

Apakah arti sebuah ibadah itu?
Ibadat atau Ibadah adalah sebuah kata yang diambil dari bahasa Arab 'Ibadah(عبادة). Dalam terminologi bahasa Indonesia sebagaimana yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ini memiliki arti
  1. Perbuatan atau penyataan bakti terhadap Tuhan yang didasari oleh peraturan agama.
  2. Segala usaha lahir dan batin yang sesuai perintah agama yang harus dituruti pemeluknya.
  3. Upacara yang berhubungan dengan agama.

Ada juga yang menyebut definisi ibadah seperti ini:
Ibadah (عبادة) secara etimologi berarti merendahkan diri serta tunduk. Di dalam syara’, ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi ibadah itu antara lain :
1. Ibadah ialah taat kepada Allah  dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya (yang digariskan) melalui lisan para Rasul-Nya,
2. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah , yaitu tingkatan ketundukan yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi,
3. Ibadah ialah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah , baik berupa ucapan atau perbuatan, yang dzahir maupun bathin.
Pengertian lain ditulis sebagai berikut: Ibadah berasal dari bahasa Ibrani abad yang berarti  ‘bekerja, melayani’ yang kemudian berkembang menjadi abodah yang berarti ‘pekerjaan, ibadah’. Awalnya kata abodah ini dipakai dalam penyembahan kepada dewa-dewi, tetapi kemudian di isi dengan makna baru ketika di pakai dalam penyembahan kepada Allah yang tunggal. Dalam bahasa Yunani latreia atau leitourgia yang berarti ‘seorang yang mempunyai pekerjaan sebagai budak atau hamba’.  Awalnya makna dari kata latreia dikaitkan dengan pelayanan dalam sebuah seni, olahraga, dan lebih banyak dikaitkan dengan politik. Kemudian akhirnya dipakai dalam arti mempersembahkan  ‘ibadah’ kepada Allah, yang memberikan gambaran tentang rasa takut penuh hormat, kekaguman. Dari  kedua arti ini memberikan pengertian bahwa ibadah makna dasarnya adalah pekerjaan atau aktivitas hidup sehari-hari manusia yang senantiasa membawa kemuliaan bagi Tuhan.  
Dari definisi-definisi di atas, saya menemukan bahwa Ibadah itu berarti mengabdi kepada Tuhan dengan rasa kecintaan yang tinggi. Pertanyaannya: Apakah rasa kecintaan yang tertinggi kepada TUHAN itu termasuk menyakiti orang lain yang tidak sepaham dengan kita? Apakah rasa cinta kita kepada TUHAN juga membuat kita egois sehingga kita bisa melakukan ritual ibadah kita sesuka hati kita, tidak peduli bila orang lain terganggu bahkan stress, jengkel, marah, karena suara kita beribadah terlalu kencang? Apakah rasa kecintaan tertinggi kita pada TUHAN juga membuat kita dengan mudah membunuh orang lain yang tidak sejalan dengan keyakinan kita?
Saya rasa kita perlu mengevaluasi diri kita, pemahaman kita tentang TUHAN, apakah benar Tuhan menyukai apa yang kita lakukan bila demikian? Apakah Tuhan senang ketika kita beribadah kepadaNya, tetapi menyakiti sesama kita? Saya rasa Anda setuju, Tuhan itu penuh kasih, dan bila Ia penuh kasih, pasti Ia juga menghendaki kita penuh kasih terhadap sesama, sekalipun beda golongan, beda aliran, beda keyakinan, beda agama, beda suku, beda bahasa... sebab kita semua sama, ciptaan Tuhan. Marilah kita beribadah dengan pengertian yang benar, besungguh-sungguh dalam beribadah, tetapi tidak egois!!!

AKU BANGGA MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU


Ada orang-orang yang merasa "malu" karena melayani anak. Ketika berkumpul dengan para pelayan Tuhan yang lain, mereka mulai tanya kamu pelayanan apa, ada yang jawab wakil gembala, pelayan misi, WL umum, lalu yang guru sekolah minggu ditanya pelayanan apa, dia pun menjawab "HANYA" guru sekolah minggu... (dengan wajah tidak percaya diri hehehe). Mengapa harus malu? Mengapa harus berkata "HANYA" guru sekolah minggu? Apa Anda pikir pelayanan anak itu pelayanan kelas bawah? Hanya tempat latihan atau batu loncatan supaya bisa melayani di ibadah umum/dewasa? Anda salah! Pelayanan ini pelayanan yang berharga! Anda harus bangga berada di dalam wadah pelayanan anak ini.

Coba perhatikan betapa berharganya pelayanan ini di mata Tuhan:

1.    Menyambuat anak = Menyambut Yesus sendiri
Matius 18: 5 : Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini, dalam nama-Ku, ia menyambut AKU.... Ingat ya, tidak dibilang siapa menyambut KONGLOMERAT ini, tapi siapa menyambut ANAK, ia menyambut YESUS. Jadi banggalah karena setiap saat Anda diberi kesempatan langsung menyambut YESUS

2.    GSM/Pelayan anak adalah seorang Pahlawan (Gibor) > membawa dampak yang besar
MAZ 127:4-5  Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yg telah membuat penuh tabung panahnya, dengan semuanya itu Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dgn musuh-musuh di pintu gerbang. Anda adalah pahlawan yang berdampak kepada anak-anak yang Anda ajar, lalu anak-anak yang Anda ajar menjadi dampak di rumah, membawa pemulihan buat orang tuanya... Banyak kasus orang tua yang ribut dan hampir cerai dipulihkan karena doa anak-anak yang diajar oleh guru2 Sekolah Minggu.

3.    Dekat dengan Sorga  
Matius 18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. Nah, anak yang Anda layani itu punya akses khusus dengan sorga, kalau Anda melayani mereka dengan sungguh-sungguh, setiap malaikat yang melayani anak-anak itu akan melaporkan Anda kepada yang empunya Sorga, bahwa Anda telah mendidik anak-anak itu dengan benar dan baik... Maka percayalah, apapun yang kau gumulkan Tuhan segera tahu :)

Jadi, jangan ada lagi yang merasa "HANYA" guru sekolah minggu! Banggalah melayani anak-anak. Banggalah jadi guru sekolah minggu. Sebab pelayanan yang engkau kerjakan ini, sangat berharga di mata Tuhan.

Tuhan memberkati kakak2 semua. Tetap semangat!

Menemukan motivasi yang benar dalam pelayanan anak

Kalau ditanya "Mengapa Melayani Anak?"
Dalam berbagai seminar yang sudah saya lakukan, saya menemukan beberapa jawaban jujur dari guru-guru sekolah minggu:
1. Saya suka anak-anak, ini jawaban yang paling mayoritas
2. Dapat Uang (Persembahan Kasih)
3. Daripada Nganggur
4. Ikutan teman atau orang tua yang melayani
5. Terpaksa, karena dipaksa gembala atau majelis, karena nggak ada guru
6. Batu Loncatan, sebelum masuk pelayanan dewasa, biasanya Sekolah Minggu buat latihan
7. Ada pacar...hehehe
8. Cari jodoh...hehehe, kalau ini saya yang menyimpulkan, karena setelah pelatihan, beberapa tahun kemudian saya datang lagi, yang dulu ngundang udah nggak pelayanan, karena sudah menikah hehehe
Semua jawaban atau alasan melayani di atas tidak salah, tetapi kurang kuat. Itu adalah dasar pelayanan atau motivasi pelayanan yang RAPUH. Kalau hanya karena suka, apakah ketika datang anak-anak yang susah diatur, anak-anak miskin, kudisan, apakah masih suka? Kalau karena dapat PK, apakah ketika nggak dapat PK, masih mau melayani? Kalau daripada nganggur, begitu dapat kerjaan apakah masih mau melayani? Dan kalau ikut-ikutan teman begitu yang diikuti nggak pelayanan, apakah masih mau melayani juga? Nah, yang lebih parah kalau karena pacar, begitu gagal atau putus, masih nggak mau melayani? Jadi, ini bukan salah loh ya, ini kurang kuat.
Dasar Apa Yang Kita Pakai ternyata mempengaruhi bangunan kita dan mempengaruhi upah yang kita terima saat kita bertemu Tuhan kelak..
1 Korintus 3:11-15 "Jika pekerjaan yg dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api"
Kita tetap masuk surga karena percaya Yesus, tetapi kalau dasar pelayanan kita salah, kurang kuat, rumput kering, kayu bakar, semua hangus dalam api. Jadi kita nggak dapat upah apa-apa ketika bertemu Tuhan. Jadi apa dasar yang benar dan kuat dalam pelayanan anak ini?
Jawabannya "CINTA" atau "KASIH". Yesus dalam pelayananNya selalu tergerak oleh belas kasihan. Jadi setiap pelayanan Yesus selalu didasari oleh CINTA... Memang cinta adalah dasar paling kuat dalam membangun pelayanan. Yakub rela bekerja 7 tahun dan menganggap itu hanya beberapa hari saja untuk mendapatkan Rahel (Kej 29:20), karena Cinta. Kidung agung juga mencatat Cinta kuat seperti maut (Kid 8:6). Jadi kalau kita melayani atas dasar cinta, maka kita memiliki kekuatan dalam melayani anak. Tidak mudah goyah. Tidak mudah patah semangat. Tidak mudah 'mutung' kalau bergesekan dengan sesama pelayan anak. Dengan dasar yang kuat ini Anda akan rela berkorban waktu, tenaga dan dana dalam melayani anak.
Saya berdoa, dasar-dasar atau motivasi awal kakak2 dalam melayani yang rapuh itu, saya berdoa Tuhan ubah... menjadi CINTA kepada anak-anak. Saya percaya kalau semua guru sekolah minggu/pelayan anak, melayani atas dasar CINTA, maka pelayanannya akan kuat, mengalami terobosan dan mengalami multiplikasi. Tuhan Yesus Memberkati
Salam dan Doa
#Kak Yudi
FB: Kak Yudi
IG: kakyudi_racil
#inspirasisekolahminggu

50 CARA MEMBANGUN KEINTIMAN DENGAN ANAK

1. Peluklah mereka setiap pagi
2. Ajaklah mereka ke kebun binatang, menonton pertunjukan, atau ke tempat rekreasi
3. Tempelkan karya-karya mereka di pintu lemari es
4. Ciptakanlah tradisi keluarga yang baik
5. Bersikaplah sabar
6. Mintalah maaf bila Anda bersikap galak
7. Pergilah berkemah
8. Ajaklah mereka bermain petak umpet
9. Sediakan selalu tensoplas dan permen
10. Ketahuilah kelebihan-kelebihan mereka
11. Beri mereka pujian
12. Dorong semangat mereka
13. Hargailah mereka
14. Biasakan untuk makan bersama
15. Jangan menuntut terlalu banyak
16. Hormati hak pribadi (privasi) mereka
17. Dengarkanlah mereka
18. Jangan mendisiplin mereka dengan amarah
19. Bersikaplah konsisten
20. Katakan “Aku sayang kamu” sesering mungkin
21. Biarkanlah mereka bersikap apa adanya
22. Terimalah kekurangan-kekurangan mereka
23. Berilah penghargaan atas perilaku-perilaku mereka yang baik
24. Jelaskan aturan-aturan yang diterapkan di rumah
25. Seringlah tertawa
26. Pergilah ke restoran favorit mereka
27. Undang teman-teman mereka ke rumah
28. Belikan mereka es krim
29. Ajak mereka berlibur
30. Tentukan kapan harus bersikap lembut dan kapan harus bersikap tegas
31. Buatlah ulang tahun mereka menjadi momen yang tak terlupakan
32. Ajarlah mereka tentang tanggung jawab dan rasa hormat
33. Pilihlah saat yang tepat untuk menegur
34. Jangan mempermalukan mereka (apalagi di depan orang banyak)
35. Bantulah tugas-tugas sekolah mereka
36. Lindungilah mereka
37. Ciptakan kenangan-kenangan dalam diri mereka
38. Tepati setiap janji Anda
39. Katakan “tidak” bila memang harus demikian
40. Jangan membentak
41. Beri mereka hadiah
42. Jadilah teladan yang baaik
43. Berdoalah bersama mereka
44. Berdoalah untuk mereka
45. Temuilah guru-guru mereka (termasuk guru sekolah minggu mereka)
46. Katakan bahwa Anda bangga kepada mereka
47. Dukunglah mereka48. Hitunglah bintang bersama mereka
49. Berbincanglah dengan mereka sebelum tidur
50. Setiap kali lepaslah mereka dengan berkat (bukan kutuk)

TAK SEPERTI YANG KUMAU....

CATATAN INI ini untuk yang sudah menikah, yang baru saja menikah, yang sedang mencari...
Bertahun-tahun yang lalu, Aku berdoa kepada Tuhan untuk memberikan pasangan hidup, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab.
Tidak hanya Aku meminta kepada Tuhan, Aku menjelaskan kriteria pasangan yang kuinginkan. Aku menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Aku bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini kuimpikan. Sejalan dengan berlalunya waktu, Aku menambahkan daftar kriteria yang kuinginkan dalam pasanganku.
Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hatiku," Hamba-Ku, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan. Aku bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia menjawab, " Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar."
"Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dari-Mu?" " Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskannya kepada-Mu, Adalah suatu ketidak-adilan dan ketidak-benaran bagi-Ku untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagi-Ku untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."
Kemudian Ia berkata kepadaku, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah - suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat tumbuh bersamamu."
Menikah bukan untuk menjadi SAMA, tapi untuk menjadi SATU. Seperti sebuah puzzle, saling mengisi kekurangan dan kelebihan pasangan...
GBU All

MENCINTAI YANG TAK SEMPURNA

Pagi-pagi hujan deras...
Sambil minum teh jahe panas...kutuliskan catatan ini...
"MENCINTAI YANG TAK SEMPURNA"

Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, itulah kesempatan.
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, itu
bukan pilihan, itu KESEMPATAN.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, itupun adalah
KESEMPATAN.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, itu bukan kesempatan, itu adalah PILIHAN.
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, itu adalah PILIHAN.
Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu dan kamu tetap memilih untuk mencintainya, itulah PILIHAN.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik,
datang bagai KESEMPATAN pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah PILIHAN.
Pilihan yang kita lakukan.
Berbicara tentang pasangan jiwa, ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil"
Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu.
Untuk melakukan PILIHAN apakah engkau ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak...
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita adalah PILIHAN yang harus kita lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai Tetapi untuk BELAJAR MENCINTAI orang yang TIDAK SEMPURNA dengan CARA yang SEMPURNA...
Buatlah pilihan untuk mencintai, menjaga dan mempertahankan yang kau cintai mulai hari ini sampai maut memisahkan...
Happy Weekend...