BAJU DAN IBADAH

Bagaimana tanggapan Anda bila suatu saat, ketika Anda sedang menghadiri kebaktian umum Hari Minggu, tiba-tiba ada seorang jemaat masuk hanya mengenakan kaos singlet dan celana pendek? Tentu Anda akan merasa risih, menganggapnya gila dan bisa jadi menyuruhnya meninggalkan ruangan ibadah, entah dengan cara lembut atau cara kasar. Mengapa demikian? Tentu karena Anda menganggap acara kebaktian adalah acara yang formil dengan Tuhan. Untuk itu setiap orang harus berpakaian bersih, rapi dan sopan.
            
Dalam konteks kehidupan yang berkebudayaan tinggi, seperti masyarakat perkotaan, pendapat itu memang benar. Berbeda dengan masyarakat primitif yang belum mengenal pakaian. Mereka bisa beribadah kepada Tuhan dengan atau tanpa pakaian. Para penginjil yang melayani di suku-suku terasing dan di pedalaman, pasti sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu. Bagi kita yang sudah mengenal pakaian, bahkan dengan mode yang selalu berubah-ubah, rasanya tidak akan mau pergi ke tempat ibadah atau ke gereja hanya dengan pakaian yang sederhana. Sebagian orang Kristen bahkan cenderung memakai pakaian yang paling baik untuk beribadah. Di beberapa gereja tertentu bahkan tidak akan lengkap bila ke gereja tidak dilengkapi aksesoris, seperti gelang,  anting dan kalung yang gemerlapan.
            
Memang pakaian pada saat ini telah berubah fungsi, dari sekedar untuk penutup tubuh, menjadi sarana untuk menunjukkan dari kelas mana seseorang berasal atau seberapa cantik dan tampannya seseorang. Itu sah-sah saja. Tetapi sayang, pada umumnya gereja atau pelayan-pelayan Tuhan kadang tidak memperhatikan bagaimana jemaatnya berpakaian bila masuk ke tempat ibadah. Mereka tidak peduli apakah jemaatnya memakai baju transparant, celana kulot, rok mini, baju tanpa lengan atau bahkan gaun tanpa penutup bahu.
            
Bila dibandingkan dengan cara ibadah umat Tuhan zaman dahulu, maka kita bisa dikatakan cenderung sembrono dalam hal yang satu ini. Rasul Paulus juga pernah memperingatkan kepada para wanita agar menudungi kepalanya juga bila pergi berdoa  (bnd I Kor 11:13). Memang kita tidak harus beribadah dengan cara yang diminta Rasul Paulus itu, tetapi paling tidak berpakaianlah yang sopan bila pergi ke gereja. Anda pertimbangkan sendiri, seandainya Tuhan itu seorang presiden negara kita, beranikah Anda menghampirinya dengan pakaian yang tidak pantas?

            
Hendaklah pria-pria berpakaian pantas, sopan dan rapi. Hendaklah wanita-wanita juga berlaku sama. Jangan memakai pakaian yang membuat orang lain berbuat dosa saat memandang Anda, sebab kebanyakan dosa diawali dari mata. Beribadahlah dengan pakaian yang pantas, karena Anda sedang menghadap Tuhan, Raja di atas segala raja. Lebih daripada itu ‘berpakaianlah’ secara rohani. Tanggalkanlah dosa dan kenajisan yang membuat Anda kelihatan telanjang di hadapan Allah! Dan kenakanlah jubah kekudusan-Nya saat Anda menghampiri tahta kemuliaan-Nya. ***


EmoticonEmoticon