SEKALIPUN ANDA ‘ORANG PALING BERDOSA’

Pada hari kemerdekaan di negara kita, ada kebiasaan memberi grasi atau pengampunan oleh presiden kepada seorang pelaku kejahatan yang memiliki konduite baik selama dalam tahanan atau setidak-tidaknya telah dinilai baik oleh pengawas penjara. Ia akan diampuni dan dibebaskan dari tahanan.

Di Israel ada kebiasaan membebaskan seorang budak atau orang yang berhutang pada tahun Yobel (50 tahun sekali). Para budak dan orang yang berhutang akan menerima kebebasan tanpa syarat pada tahun itu.

Suatu hari seorang pangeran dalam lawatannya ke Perancis diajak mengunjungi sebuah penjara pemerintah. Di situ banyak orang dikurung karena melawan pemerintah, yang sifatnya pengkhianatan. Gubernur memberi kuasa kepada sang pangeran itu untuk membebaskan salah seorang dari narapidana sebagai suatu kehormatan atas kunjungan-nya. Sang Pangeran menanyai beberapa orang narapidana, dan kebanyakan dari mereka mengatakan telah mejadi korban tuduhan palsu. tetapi seorang laki-laki yang telah beruban rambutnya mengakui bahwa ia menerima hukuman yang adil dan bahwa hukuman yang diterimanya memang pantas. Sambil menaruh tangannya pada bahu orang itu, sang Pangeran berkata, “Engkaulah orang pilihanku.” Dan orang itu, yang dianggap paling jahat di situ, karena mengaku kesalahannya, telah dibebaskan. Kasih karunia Allah menyelamatkan “orang yang paling berdosa” sekalipun (1 Tim 1:16), yang mau mengakui dosanya dan bertobat!

Pengampunan Allah dan anugerah pembebasan atas jiwa kita tidak bergantung pada kebaikan kita. Allah telah melakukan penebusan demi kebebasan kita melalui darah Yesus Kristus yang tertumpah di kayu salib. Pengampunan dan pembebasan tak bersyarat ini dianugerahkan kepada setiap orang yang dengan rela hati mau datang dan meminta pengampunan kepada-Nya. Seperti pemungut cukai yang sadar akan dosanya (Luk 18:13) dan datang kepada Tuhan, ia pulang dengan menerima pengampunan dari Allah. Bukan seperti orang farisi yang munafik dan merasa dirinya benar.

Apakah saat ini, Anda merasa diri Anda sangat berdosa dan tidak layak di hadapan Allah? Datanglah kepada-Nya, sebab Ia tidak pernah menolak siapa saja yang datang kepada-Nya. Anda tidak perlu merasa diri Anda ‘baik’ dulu baru datang kepada Allah. Ingatlah: bukan orang sehat yang perlu dokter, tetapi orang yang sakit yang memerlukannya. Jadi jika Anda adalah orang sakit itu, maka berbahagialah, Yesus, Sang dokter itu ada untuk Anda. Ia akan datang menganugerahkan pengampunan dan pembebasan tanpa syarat kepada Anda! (yoed’s)




EmoticonEmoticon